๐✍ Semua Penulis Pasti Akan Mati Kecuali Ilmu Yang Bermanfaat Yang Akan Terus Mengalir Sebagai Amal Jariah Untuknya..
Senin, 07 Januari 2019
AKIBAT MEMBACA ALQURAN TERUS MENERUS
Berkata Abdul Malik bin Umair:
"Satu-satunya Manusia yang Tidak Tua[ awet muda dan tidak pelupa adalah orang yang selalu membaca Al-Quran".
"Manusia yang Paling Jernih Akalnya adalah para pembaca Al-Quran".
Berkata Al-imam Qurtubi :
"Barang siapa yang membaca Al-Quran, maka Allah akan menjadikan Ingatannya Segar meskipun Umurnya telah mencapai 100 tahun".
Imam Besar Ibrahim al-Maqdisi memberikan wasiat pada muridnya Abbas bin Abdi Daim Rahimahullah.
"Perbanyaklah membaca Al-Quran jangan pernah kau Tinggalkan, kerana sesungguhnya setiap yang kamu Inginkan akan dlMudahkan Setara dengan yang kamu baca".
Berkata Ibnu Solah :
"Bahawasannya para Malaikat Tidak Diberi Keutama'an untuk membaca Al-Quran, maka oleh kerana itu para Malaikat Bersemangat untuk selalu Mendengar saja dari Bacaan Manusia".
Berkata Abu Zanad :
"Di tengah malam, aku keluar menuju Masjid Rasulullah SAW. sungguh tidak ada satu Rumahpun yang aku lewati melainkan padanya ada yang Membaca Al-Quran".
Berkata sebagian ahli tafsir :
"Manakala kita menyibukkan diri dengan Al-Quran maka kita akan Dibanjiri oleh sejuta Keberkahan dan Kebaikan di dunia".
"Kami memohon kepada Allah agar memberikan taufiqnya kepada Kami dan semua yang membaca tulisan ini untuk selalu membaca Al-Quran dan mengamalkan kandungannya".
Bila anda Cinta pada Al-Quran maka sebarkanlah. Demi Allah, sekian banyak orang yang membaca Al-Quran maka pahala akan mengalir pada anda.
JADIKAN ALQURAN TEMAN DI DUNIA DAN PENOLONG DI AKHERAT
Ingat Orang yang bahagia adalah Orang yang nafasnya berhenti, tapi kebaikannya terus mengalir
Dan semoga yang membagikan ini di lancarkan rezekinya dan kebaikannya terus mengalir
ูุตูู ุงููู ุนูู ุณูุฏูุงู ุญู ุฏ ูุนูู ุขูู ูุตุญุจู ูุณูู ูุงูุญู ุฏููู ุฑุจ ุงูุนุงูู ูู
ุขู ูู ูุงุฑุจ ุงูุนุงูู ูู ููุงู ุฌูุจ ุงูุณุงุฆููู
Hidayah Itu Dijemput Bukan Ditunggu
Saudaraku
Hidayah itu mahal dan berharga
Sangat beruntung orang yang mendapat hidayah
Dia merasakan kebahagiaan dunia-akhirat
Kebahagiaan hati, ketentraman jiwa dan ketenangan yang sejati
Hidayah itu bukan ditunggu
Menunggu waktu tua dahulu
Menunggu sukses dunia dahulu
Menunggu anak dewasa dan mandiri dahulu
Hidayah itu dijemput dengan segera
Karena taubat tidak menunggu ajalmu
Bukan lambat asal selamat
Tapi cepat agar selamat di akhirat
Hanya orang yang bersungguh-sungguh lah yang mendapatkan hidayah
Allah berfirman,
.
َูุงَّูุฐَِูู ุฌَุงَูุฏُูุง َِูููุง ََْูููุฏََُِّูููู ْ ุณُุจََُููุง
.
“Orang-orang yang bersungguh-sungguh (berjuang) di jalan Kami, sungguh akan Kami berikan petunjuk (hidayah) kepada mereka untuk istiqamah di jalan Kami. (QS. Al-Ankabut: 69).
Ibnul Qayyim menjelaskan ayat di atas, beliau berkata:
.
ุนูู ุณุจุญุงูู ุงููุฏุงูุฉ ุจุงูุฌูุงุฏ، ูุฃูู ู ุงููุงุณ ูุฏุงูุฉ ุฃุนุธู ูู ุฌูุงุฏุง، ูุฃูุฑุถُ ุงูุฌูุงุฏِ ุฌูุงุฏُ ุงูููุณ، ูุฌูุงุฏ ุงูููู، ูุฌูุงุฏُ ุงูุดูุทุงู، ูุฌูุงุฏُ ุงูุฏููุง
.
“Allah menggantungkan/mengkaitkan hidayah dengan perjuangan/jihad. Manusia yang paling sempurna hidayahnya adalah yang paling besar jihadnya. Jihad yang paling utama yaitu jihad mendidik jiwa, jihad melawan hawa nafsu, jihad melawan setan dan jihad melawan fitnah dunia.” [Al-Fawaid, hlm. 59]
Bersungguh-sungguh lah
melawan nafsu dunia dan syahwat yang menipu
Melawan gengsi dunia dan sombong
Melawan kerasnya hati
Bagaimana cara menjemput hidayah:
Datangi kajian dan sumber ilmu, karena hidayah dan hijrah itu harus dengan ilmu
Segera ganti dengan teman-teman yang baik dan shalih
Baca buku tata cara shalat dan perbaiki cara shalatmu
Ambil Al-Quran yang lama berdebu, bacalah dengan lama sejenak
Infaknya sebagian hartamu
Sedekahlah sembunyi-sembunyi, semoga bisa meredam murka Allah
Segera kunjungi anak yatim, usap lah kepalanya dan santuni
Ziarah ke kubur dan renungkan lah engkau akan menyusul dan dilupakan manusia
Berkunjunglah ke orang sakit dan lihat mereka menyesal tidak bisa beramal banyak lagi
Kunjungi panti jumpo, lihat mereka menyesal menyia-nyiakan masa muda dengan huru-hara
Tidak lupa berdoa kepada Allah di sepertiga malam memohon hidayah kepada Allah
Semoga kita semua mendapatkan hidayah dari Allah
Semoga keluarga, teman dan kaum muslimin mendapatkan hidayah terbaik
@ Yogyakarta Tercinta
Penyusun: Raehanul Bahraen
Selasa, 29 November 2016
Awas ! 7 Rombongan Setan Di Saat Sakaratul Maut
Setan akan selalu terus-menerus memperdaya anak adam (manusia), mulai
dari kita lahir sampai ajal menjemput kita (akhir hayat). Gangguan yang
paling dahsyat dari setan itu yakni pada saat “Sakaratul Maut”. Baginda Rasulullah SAW telah mengajarkan do’a, yang artinya berikut:
{“ Ya Allah.. aku berlindung kepada-Mu dari tipu-daya setan di saat “sakaratul maut”. “}
Saudaraku, pada saat menghadapi sakaratul maut, setan-setan yang mengganggu itu terbagi menjadi 7 rombongan, sebagaimana berikut ini :
“Wahai anak-ku hanya inilah makanan yang kami bawa dan berikan untuk-mu serta berjanjilah padaku, bahwa engkau akan menuruti kami (ibu dan ayah) untuk menyembah Tuhan yang telah kami sembah (Tuhan selain Allah), agar kita tidak lagi bercerai-berai (kompak), dan marilah kita bersama-sama menuju untuk memasuki surga.”
Setan (Menyerupai Ulama’) : ” Wahai muridku, sudah lama kita menunggu kedatanganmu ini, ternyata engkau sekarang sedang sakit. Oleh karena itu kami akan membawakan-mu tabib dan obat yang ampuh untukmu.”
Kemudian diminumkannya obat tersebut, maka seketika hilanglah rasa sakit itu, Akan tetapi kemudian Rasa sakit itu datang lagi. Kemudian Setan (Menyerupai Ulama’) itu datang lagi seraya berkata : ” Wahai muridku, Kali ini kita datang hanya untuk memberi nasihat agar engkau mati dalam keadaan yang baik, Dan tahukah engkau bagaimana hakikat Allah itu? ”
Orang (yang mau mati) itu menjawab : “Sungguh aku tidak tahu”
Setan (Menyerupai Ulama’) : “Wahai muridku, ketahuilah, bahwa aku ini ulama tertinggi ilmunya dan aku sangat hebat, aku baru saja kembali dari alam “ghaib” dan aku telah mendapatkan surga tersebut bahkan di tingkatan yang paling tinggi. Maka dari itu Ayo cobalah engkau lihat surga yang sudah disediakan untukmu. Jika ingin mengetahui “Dzat“ Allah SWT hendaklah engkau patuh terhadap kami.”
Maka orang itu memandang, mentolah-toleh ke kanan dan ke kiri, dilihatnya saudara-saudaranya yang berada dalam kesenangan surga (surga tersebut palsu yang sengaja dibentangkan oleh setan tersebut hanya untuk menggoda dan menyesatkan orang yang mengalami sakaratul maut).
Orang (yang mau mati) itu bertanya: “Bagaimanakah Dzat Allah, Wahai Ulama’?”
Setan pun sangat gembira sekali terhadap tipu dayanya yang mengena pada orang yang sakit tersebut, seraya berkata : “Tunggulah muridku, sebentar lagi tirai dan dinding itu akan dibukakan khusus untukmu.”
Pada saat dibuka selapis demi selapis tirai itupun terlihat dengan ragam warna, maka orang yang mengalami sakaratul maut itu melihat satu benda yang sangat besar sekali, seolah-olah benda itu lebih besar dari bumi dan langit. Seraya Berkata setan : ” Wahai muridku, Itu dia Dzat Allah yang seharusnya patut kita sembah.”
Orang (yang mau mati) itu bertanya : “Wahai guruku, bukankah ini memang benda yang sangat besar sekali, tetapi benda ini kok mempunya 6 sisi, ada kiri dan kanannya, atas dan bawah, depan dan belakang. Sedangkan yang saya ketahui Dzat Allah itu tidak menyerupai makhluk/ benda apapun. Tetapi kenapa sekarang ini berbeda keadaannya dari yang ku ketahui sebelumnya. Sekarang yang patut aku sembah itu ialah benda besar ini.”
Dan di tengah keraguan-keraguannya itu, Malaikat maut pun mencabut nyawanya, Dan sungguh ia mati dalam keadaan kafir dan insyaallah akan di nerakalah tempatnya tidak itu saja bahkan segala amalan baiknya akan terhapus semasa hidupnya. Naudzubillah…!
Oleh karena itulah, maka hendaknya kita selalu mengajarkan pada diri kita serta kepada orang yang mengalami sakaratul maut/ orang yang hampir mati tersebut dengan bacaan talqin yakni : “Laa Ilaaha IllAllah” Untuk menyelamatkannya dari segala bentuk gangguan setan dan iblis yang telah bersungguh-sungguh untuk menyesatkan (menggoda) bagi orang yang dalam sakaratul maut tersebut.
Rasulullah SAW bersabda :
“Ajarkanlah oleh engkau kepada orang yang hampir mati (dalam keadaan sakaratul maut) : Laa Ilaaha IllAllah.”
Semoga dengan tulisan singkat ini kita semua bisa mengambil pelajaran/ mengambil hikmah dalam memperbaiki diri untuk selalu berdzikir dan menyebut kalimat “Laa Ilaaha IllAllah”.
Aamiin!
{“ Ya Allah.. aku berlindung kepada-Mu dari tipu-daya setan di saat “sakaratul maut”. “}
Saudaraku, pada saat menghadapi sakaratul maut, setan-setan yang mengganggu itu terbagi menjadi 7 rombongan, sebagaimana berikut ini :
Rombongan Setan 1
Setan biasanya datang dengan berbagai wujud/ rupa aneh, misalnya seperti ; Permata, Emas, Perak dan lain-lainnya atau bisa juga menyerupai sebagai “makanan-minuman” yang sangat lezat. Sebab orang yang menghadapi sakaratul maut tersebut semasa hidupnya sangat rakus dan tamak kepada barang-barang tersebut, maka pada saat itu disentuh dan diraba-raba barang setan tersebut tepat pada saat nyawanya putus. Dan sesungguhnya Inilah yang disebut dengan “mati lalai” dan lupa terhadap Allah SWT. Ini juga disebut munafik dan jenis mati fasik, maka insyaallah di nerakalah tempatnya. Naudzubillah…!Rombongan Setan 2
Setan biasanya datang yakni dengan menyerupai binatang-binatang yang ia takuti, seperti misal ; Singa, Buaya, Ular besar, dan lain-lain. Yang mana ketika ia memandangnya maka ia menjerit-jerit dan melompat-lompat sekuat hati dan maka seketika itulah juga putus nyawanya. Dan mati-nya orang tersebut yakni sebagai mati lalai dan ia mati dalam keadaan lupa kepada Allah SWT. Ini juga disebut munafik dan jenis mati fasik, maka insyaallah ke nerakalah tempatnya. Naudzubillah…!Rombongan Setan 3
Pada saat sakaratul maut tiba, Setan datang untuk memperdaya orang tersebut dan kemudian setan biasanya berwujud/ menyerupai binatang kesayangannya, dan maka ketika itu tangannya pun meraba-rabanya, dan pada saat itu pula dia mati. Maka sesungguhnya mati-nya orang tersebut yakni sebagai mati dalam keadaan lalai dan juga ia mati dalam keadaan lupa kepada Allah SWT. Hal ini bisa juga disebut munafik dan jenis mati fasik, maka insyaallah ke nerakalah tempatnya. Naudzubillah…!Rombongan Setan 4
Pada saat sakaratul maut, Setan pun datang menyerupai dirinya sebagai rupa/ wujud yang paling dibencinya (yakni musuh besarnya), maka dia pun kemudian menggerakkan dirinya untuk melakukan sesuatu terhadap musuh besar yang dibenci-nya itu. Seketika itu pula maut datang. Maka sungguh dia mati dalam keadaan lupa dan kepada Allah SWT, serta bisa dibilang matinya itu sebagai Orang yang Fasik dan Munafik. Insyaallah di Nerakalah tempatnya berada. Naudzubillah…!Rombongan Setan 5
Pada saat sakaratul maut tiba, Setan pun datang dengan menyerupai anggota keluarganya, seperti missal ; ayah, ibunya sambil setan tersebut membawa makanan + minuman sebagaimana yang sangat diharapkannya. Maka kemudian dia pun menghulurkan tangannya untuk memakan + meminum yang dibawa oleh si ayah dan si ibu (rupa setan tersebut), Seraya seta pun berkata dengan penuh kasih-sayang :“Wahai anak-ku hanya inilah makanan yang kami bawa dan berikan untuk-mu serta berjanjilah padaku, bahwa engkau akan menuruti kami (ibu dan ayah) untuk menyembah Tuhan yang telah kami sembah (Tuhan selain Allah), agar kita tidak lagi bercerai-berai (kompak), dan marilah kita bersama-sama menuju untuk memasuki surga.”
Rombongan Setan 6
Pada saat sakaratul maut tiba, ketika itu Setan datang dengan menyerupai Ulama’ sambil membawa banyak kitab kepada orang tersebut (yang akan mati) dan setan pun berkata (Seperti dialog dibawah ini) :Setan (Menyerupai Ulama’) : ” Wahai muridku, sudah lama kita menunggu kedatanganmu ini, ternyata engkau sekarang sedang sakit. Oleh karena itu kami akan membawakan-mu tabib dan obat yang ampuh untukmu.”
Kemudian diminumkannya obat tersebut, maka seketika hilanglah rasa sakit itu, Akan tetapi kemudian Rasa sakit itu datang lagi. Kemudian Setan (Menyerupai Ulama’) itu datang lagi seraya berkata : ” Wahai muridku, Kali ini kita datang hanya untuk memberi nasihat agar engkau mati dalam keadaan yang baik, Dan tahukah engkau bagaimana hakikat Allah itu? ”
Orang (yang mau mati) itu menjawab : “Sungguh aku tidak tahu”
Setan (Menyerupai Ulama’) : “Wahai muridku, ketahuilah, bahwa aku ini ulama tertinggi ilmunya dan aku sangat hebat, aku baru saja kembali dari alam “ghaib” dan aku telah mendapatkan surga tersebut bahkan di tingkatan yang paling tinggi. Maka dari itu Ayo cobalah engkau lihat surga yang sudah disediakan untukmu. Jika ingin mengetahui “Dzat“ Allah SWT hendaklah engkau patuh terhadap kami.”
Maka orang itu memandang, mentolah-toleh ke kanan dan ke kiri, dilihatnya saudara-saudaranya yang berada dalam kesenangan surga (surga tersebut palsu yang sengaja dibentangkan oleh setan tersebut hanya untuk menggoda dan menyesatkan orang yang mengalami sakaratul maut).
Orang (yang mau mati) itu bertanya: “Bagaimanakah Dzat Allah, Wahai Ulama’?”
Setan pun sangat gembira sekali terhadap tipu dayanya yang mengena pada orang yang sakit tersebut, seraya berkata : “Tunggulah muridku, sebentar lagi tirai dan dinding itu akan dibukakan khusus untukmu.”
Pada saat dibuka selapis demi selapis tirai itupun terlihat dengan ragam warna, maka orang yang mengalami sakaratul maut itu melihat satu benda yang sangat besar sekali, seolah-olah benda itu lebih besar dari bumi dan langit. Seraya Berkata setan : ” Wahai muridku, Itu dia Dzat Allah yang seharusnya patut kita sembah.”
Orang (yang mau mati) itu bertanya : “Wahai guruku, bukankah ini memang benda yang sangat besar sekali, tetapi benda ini kok mempunya 6 sisi, ada kiri dan kanannya, atas dan bawah, depan dan belakang. Sedangkan yang saya ketahui Dzat Allah itu tidak menyerupai makhluk/ benda apapun. Tetapi kenapa sekarang ini berbeda keadaannya dari yang ku ketahui sebelumnya. Sekarang yang patut aku sembah itu ialah benda besar ini.”
Dan di tengah keraguan-keraguannya itu, Malaikat maut pun mencabut nyawanya, Dan sungguh ia mati dalam keadaan kafir dan insyaallah akan di nerakalah tempatnya tidak itu saja bahkan segala amalan baiknya akan terhapus semasa hidupnya. Naudzubillah…!
Rombongan Setan 7
Pada saat sakaratul maut tiba, Rombongan setan ini datang yang terdiri dari 72 barisan. (Mengapa ada 72 barisan? Sebab, dia menepati hadits sebagaimana yang sudah disebutkan Rasulullah bahwa umat Muhammad akan terbagi menjadi 73 barisan/ golongan). Satu barisan yang benar yaitu hanyalah Ahli Sunnah wal Jamaah, Dan 72 lainnya akan masuk ke neraka karena sesat. Ketahuilah bahwa setan tersebut akan mengacaukan serta akan mengganggu anak Adam dengan 72 macam pada saat sakaratul maut tiba tersebut. Wallahua’lam !Oleh karena itulah, maka hendaknya kita selalu mengajarkan pada diri kita serta kepada orang yang mengalami sakaratul maut/ orang yang hampir mati tersebut dengan bacaan talqin yakni : “Laa Ilaaha IllAllah” Untuk menyelamatkannya dari segala bentuk gangguan setan dan iblis yang telah bersungguh-sungguh untuk menyesatkan (menggoda) bagi orang yang dalam sakaratul maut tersebut.
Rasulullah SAW bersabda :
“Ajarkanlah oleh engkau kepada orang yang hampir mati (dalam keadaan sakaratul maut) : Laa Ilaaha IllAllah.”
Semoga dengan tulisan singkat ini kita semua bisa mengambil pelajaran/ mengambil hikmah dalam memperbaiki diri untuk selalu berdzikir dan menyebut kalimat “Laa Ilaaha IllAllah”.
Aamiin!
Senin, 28 November 2016
Rabu, 02 November 2016
Minggu, 26 Juni 2016
Langganan:
Postingan (Atom)










































