Allah

Sabtu, 26 Januari 2019

🌍 WAHAI WANITA, SIAPAKAH MAHRAMMU ❓❓

Mereka adalah para lelaki berikut...

Mereka tidak boleh menikahimu selama-lamanya.

Mereka adalah :

1. Anak lelakimu
2. Cucu laki lakimu kebawah dari jalur apapun
3. Ayahmu
4. kakekmu keatas dari jalur manapun.
5. Saudara lelaki sekandung
6. Saudara lelaki seayah
7. Saudara lelaki seibu
8. Anak laki dari saudara atau saudarimu (sekandung, seayah atau seibu). (Pokoknya si dia keponakan kita)
9. Pamanmu dari jalur manapun baik dari saudara ayah atau saudara ibu
10. Saudara kakekmu dari jalur kakek manapun.
11. Suami ibumu atau mantan suami ibumu (mantan suami yang pernah bersetubuh dengan ibumu)
12 anak laki suamimu yang ia bawa atau anak laki dari mantan suamimu.
13. Mertuamu ( baik ayah dia atau kakek keatas) atau mantan mertuamu
14. Menantumu atau mantan menantumu.
15 saudara sesusuanmu dan siapa saja yang jadi mahram saudara sesusuanmu dari nasab dia.

🍀 Jenis mereka terbagi 3 yaitu :
💡 Nasab itu point 1-10
💡 Mushoharoh point 11-14
💡 persusuan point 15


🍀 Apa sih faedah mengetahui mahram?
                                                        
📍 Mereka adalah orang yang dapat menemanimu untuk safar dan juga boleh bersentuhan tangan dan sejenisnya... 
                                                           
📍 mereka boleh melihat aurotmu yang ringan seperti rambut atau tangan dll..
(Tempat yang biasa dibasuh wudhu)

🍀Yang satu lagi ia bukan mahrammu tapi ia adalah suamimu★
Dia lebih berhak dari pada mahram mahrammu..
dalam safar maupun melihat aurotmu.
Bahkan seluruh tubuhmu.

Suami bukan mahram, tapi ia adalah SUAMI!

Karena arti mahram adalah : seseorang yang haram menikah dengan kamu selamanya...

Semoga bermanfaat.


⚠ Jika ada yang kurang mohon dikoreksi
⚠ Sepupu bukan mahram..
⚠ Ipar bukan mahrammu..
⚠ Anak angkat bukan mahram.
⚠ Ayah angkat juga bukan mahram...


⚠ Hati-hatilah dari bersafar tanpa mahram atau tanpa suami.
⚠ Hati-hati jabat tangan dengan non mahram..

❌ Waspada, karena ia adalah termasuk dosa besar semua.

Dan juga kalau nyebut mahram jangan sebut muhrim...
Kalau muhrim itu artinya orang yang ihrom haji atau umrah...


Wallahu a'lam

Kamis, 24 Januari 2019

🌹 🌹 Nasihat ini Cocok bagi ORANG CERDAS 🌹 🌹

Bismillah......

Anda Cerdas ?

Tahukah anda ?

*Orang cerdas ialah orang yang 'meninggalkan dunia' sebelum ia meninggal dunia. *

Dia bersedekah sampai kaya, BUKAN kaya dahulu baru bersedekah.

Dia berdakwah sampai alim, BUKAN sudah alim baru berdakwah.

Dia datang ke masjid sampai tua...,

BUKAN tua baru ke masjid.

Dia beramal sampai ikhlas, BUKAN ikhlas baru beramal.

📚 Rasulullah shallallahu'alaihi wassallam bersabda:

"Orang cerdas itu adalah mereka yang ingat mati dan mempersiapkan bekalnya."
(HR. Bukhari)

📌 MANA JANJIMU ❓


✍ Ustadz Abu Ubaidah As Sidawi


Dalam kehidupan ini, kita sering jumpai manusia yg suka mengobral janji:

🌷Bapak janji pada anaknya.
🌷Suami janji pada istrinya.
🌷Atasan janji pada bawahannya.
🌷Sahabat janji pada temannya.
🌷Tokoh politik janji dalam kampanyenya.

Namun, sudahkah mereka telah menepati janji mereka?
Bukankah inkar janji merupakan tanda munafik yang hina?

Dahulu, orang jahiliyyah saja pernah berkata:

لأن يموت الرجل عطشان خير له من أن يكون مخلافا للموعد

"Seorang mati kehausan lebih baik baginya daripada mengingkari janjinya".

Saudaraku,

tunaikanlah janjimu segera dan jangan mengingkarinya.
Betapa sering hubungan retak gara-gara karena sifat tercela ini.
Terutama janjimu kepada Rabb-mu.


 http://www.salamdakwah.com/artikel/5071-mana-janjimu

══ ¤❁✿❁¤ ══

🍄🍄 Tiga pintu menuju neraka 🍄🍄

‌┏🍄▪━━━━━━━━┓
        Faidah pagi
┗━━━━━━━━▪▪┛




Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,

“Manusia masuk Neraka dari tiga pintu:

1) Pintu syubhat (kerusakan aqidah) yang memunculkan keraguan terhadap agama Allah,

2) Pintu syahwat yang menyebabkan ia lebih mendahulukan hawa nafsu daripada ketaatan kepada Allah dan keridhaan-Nya,

3) Pintu kemarahan yang melahirkan permusuhan terhadap makhluk.” [Al-Fawaaid: 58]

Untuk dapat menjauh dari tiga pintu yang dapat menjerumuskan ke Neraka ini maka hamba membutuhkan tiga hal:

1) Ilmu agama, yaitu ilmu yang berdasarkan Al-Qur’an danAs-Sunnah yang sesuai dengan pemahaman Salaf. Dan menjauhi majelis-majelis, buku-buku dan teman-teman yang suka menebarkan syubhat.

2) Kesabaran, yaitu sabar dalam mengamalkan perintah dan menjauhi larangan. Dan menjauhi sebab-sebab yang menjerumuskan ke dalam syahwat yang terlarang.

3) Menahan marah dan sabar dalam menghadapi orang yang berbuat zalim kepada kita, lebih mulia lagi apabila disertai dengan pemaafan, dan lebih mulia lagi jika ditambah dengan balasan berbuat baik kepada orang yang berbuat zalim kepada kita.

Rabu, 23 Januari 2019

👉🏻 👉🏻 Hukum Adzan dan Iqamah Bagi Yang Sholat Sendiri 📖

 ﻭﺳﺌﻞ ﻓﻀﻴﻠﺔ اﻟﺸﻴﺦ:

ﻣﺎ ﺣﻜﻢ اﻷﺫاﻥ ﻭاﻹﻗﺎﻣﺔ ﻟﻠﻤﻨﻔﺮﺩ؟

Ditanyakan kepada Fadlilatusy Syaikh:

Apakah hukum adzan dan qamat bagi yang shalat sendiri ?

ﻓﺄﺟﺎﺏ ﺑﻘﻮﻟﻪ:

اﻷﺫاﻥ ﻭاﻹﻗﺎﻣﺔ ﻟﻠﻤﻨﻔﺮﺩ ﺳﻨﺔ، ﻭﻟﻴﺴﺎ ﺑﻮاﺟﺐ؛ ﻷﻧﻪ ﻟﻴﺲ ﻟﺪﻳﻪ ﻣﻦ ﻳﻨﺎﺩﻳﻪ ﺑﺎﻷﺫاﻥ، ﻭﻟﻜﻦ ﻧﻈﺮا ﻷﻥ اﻷﺫاﻥ ﺫﻛﺮ ﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ، ﻭ تعظيم، ﻭﺩﻋﻮﺓ ﻟﻨﻔﺴﻪ ﺇﻟﻰ اﻟﺼﻼﺓ ﻭﺇﻟﻰ اﻟﻔﻼﺡ، ﻭﻛﺬﻟﻚ اﻹﻗﺎﻣﺔ ﻛﺎﻥ ﺳﻨﺔ،

Maka Syaikh menjawab dengan jawabannya:

Adzan dan qamat bagi yang shalat sendiri adalah sunnah bukan wajib sebab tidak ada disisinya yang ia panggil untuk shalat dengan adzannya, namun melihat bahwasanya adzan adalah dzikir kepada Allãh Azza wa Jalla dan merupakan pengagungan {yakni  kepada Allãh} dan seruan untuk dirinya kepada shalat dan kepada kemenangan, dan demikian halnya dengan qamat hukumnya adalah sunnah

 ﻭﻳﺪﻝ ﻋﻠﻰ اﺳﺘﺤﺒﺎﺏ اﻷﺫاﻥ ﻣﺎ ﺟﺎء ﻓﻲ ﺣﺪﻳﺚ  عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يَعْجَبُ رَبُّكُمْ مِنْ رَاعِي غَنَمٍ فِي رَأْسِ شَظِيَّةٍ بِجَبَلٍ يُؤَذِّنُ بِالصَّلَاةِ وَيُصَلِّي فَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ انْظُرُوا إِلَى عَبْدِي هَذَا يُؤَذِّنُ وَيُقِيمُ الصَّلَاةَ يَخَافُ مِنِّي قَدْ غَفَرْتُ لِعَبْدِي وَأَدْخَلْتُهُ الْجَنَّةَ(¬1)

Dan yang menunjukkan akan sunnahnya {penganjuran} adzan bagi yang shalat sendiri adalah hadits Úqbah bin Âmir radliyallãhu ànhu, Ia berkata saya mendengar Rasulullãh-shallallãhu àlaihi wasallam bersabda: { "Rabb kalian kagum terhadap seorang yang mengumandangkan adzan di atas bukit, kemudian dia shalat, maka Allah Azza wa Jalla berfirman; "Lihatlah kepada hamba-Ku ini, dia mengumandangkan adzan lalu shalat karena takut kepada-Ku, Aku telah mengampuni dosa hamba-Ku dan memasukkannya ke dalam surga."}

(¬1) ﺃﺧﺮﺟﻪ اﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ 4/145 ﻭ157، ﻭﺃﺑﻮ ﺩاﻭﺩ: ﻛﺘﺎﺏ اﻟﺼﻼﺓ / ﺑﺎﺏ اﻷﺫاﻥ ﻓﻲ اﻟﺴﻔﺮ.

Imam Ahmad mengeluarkannya {145 dan 157 jilid 4 dan Abu dawud dalam kitab shalat bab {penjelasan} tentang adzan saat safar

📚 {مجموع فتاوى العثيمين} 📚
================================
✍🏽 Thalib Ma'bar Yaman
┅┅══✿❀🌕❀✿══┅┅

📝 Bagian yang terlupakan di Sujud Shalat Kita

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

Ketika sujud adalah tempat yang paling dekat antara seorang hamba dengan Allah. Perbanyaklah doa ketika sujud, mintalah apapun yang kita inginkan, mintalah Surga, perlindungan dari adzab Neraka, ilmu yang bermanfaat, amal yang sholeh, iman yang kokoh dan hal-hal lain semisal itu.

Atau mintalah rumah yang berkah, pasangan yang menentramkan hati, anak-anak yang sholeh, kendaraan, atau hal lain yang kita inginkan untuk kebaikan agama maupun dunia kita.

Sesungguhnya Doa merupakan Ibadah sekalipun kita berdoa untuk meminta kebaikan perkara dunia kita.

Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. (Al-Mu’min - 60).

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku" (Al-Baqarah - 186).

#doa #sujud #hajat
〰〰〰〰〰〰〰〰

👥 Facebook Page :
Fb.com/TausiyahBimbinganIslam
📣 Telegram Channel :
http://bit.ly/TausiyahBimbinganIslam

🍃 Tauhid Ternyata Tidak Sesederhana yang Ku Kira 👍👍

#IndonesiaBertauhid

-Ternyata pelajaran TAUHID tidak sesederhana yang ku kira

-Kiranya dahulu TAUHID hanya belajar supaya jangan syirik saja, ternyata tidak !

-Dalam pelajaran TAUHID diajarkan bagaimana tauhid itu bisa bertambah dan berkurang, bagaimana prinsip hidup agar meraih ketenangan dan kebahagiaan sejati dengan TAUHID

-Dalam Tauhid diajarkan agar nama-nama dan gelar yang yang dilarang karena melanggar tauhid, bagaimana ucapan yang dilarang karena melanggar tauhid, bagaimana optimis yang bisa menambah tauhid seseorang

-Dalam tauhid diajarkan bagaimana menghadapi cobaan, bagaimana meningkatkan ketergantungan hati hanya kepada Allah, bagaimana menerima takdir

-Dalam tauhid diajarkan bagaimana mengenal Allah dan perbuatannya agar kita lebih mengenal dan lebih mudah mencinta dan menggapai tujuan agar dicinta oleh Allah

-Pelajaran Tauhid sampai membahas bagaimana suatu negara dan suatu kaum bisa hidup makmur, berkah dan bahagia dengan tauhid

-Dibahas juga bagaimana kesempurnaan TAUHID seseorang bisa menyebabkan MASUK SURGA TANPA HISAB, semoga Allah menjadikan kita termasuk bagian ini

-Dibahas juga bahwa ibadah, muamalah bahkan kebaikan lainnua akan bisa sia-sia tanpa tauhid yang benar

-Dan masih banyak lagi pembahasan kitab tauhid lainnya yang sangat penting bagi umat Islam mempelajarinya

-Karenanya ulama sangat perhatian dengan kitab tauhid, berbagai macam kitab tauhid dan syarh (penjelasannya) telah disusun oleh ulama, mereka prioritaskan mengajarkan dan mendakwahkannya melebihi yang lainnya

-Sekarang kita bertanya pada diri kita, PERNAHKAH kita mempelajari kitab Tauhid SAMPAI SELESAI? Yang dasar saja, gak perlu yang tebal

-Atau minimal pernah membaca sampai selesai satu kitab tauhid, syukur-syukur dengan syarh nya (penjelasannya)

-Jika anda pernah baca komik atau novel sampai habis bahkan dengan sekali duduk (karena sangat semangat), ayolah anda bisa juga membaca buku tauhid, mempelajarinya dengan bimbingan ustadz dan ulama, terlebih jika mengklaim diri sudah “ngaji”

-Semoga ini menjadi motivasi lagi bagi kita untuk mempelajari dan mendakwahkan tauhid, karena tauhid inilah tujuan diciptakannya manusia

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan Manusia melainkan untuk beribadah (bertauhid) kepadaku”. (Adz Dzariyat: 56)

@Perum PTSC Cilengsi, Bogor

Penyusun: Raehanul Bahraen